Baru Memelihara Kucing? Perhatikan 4 Hal Berikut Ini.

Awalnya, saya pikir memelihara kucing itu tidak lebih dari sekadar memberi makan dan minum, menyediakan dan membersihkan bak pasir, dan menyediakan tempat yang nyaman untuk si mpus agar dia betah dan senang. Saya mengira, kucing akan selalu sehat selama dia cukup makan dan minum dan kebersihannya terjaga. 

Ternyata di luar perkiraan, ada beberapa hal yang tidak kalah pentingnya untuk memastikan kucing kesayangan kita selalu sehat. Berdasarkan sedikit pengalaman saya, hasil browsing sana-sini, dan ngobrol dengan dokter hewan, saya mau share empat hal yang sebaiknya segera dilakukan begitu kita mengadopsi kucing. Jangan tunggu sampai mereka sakit.

  1. Memberi obat cacing. Kucing sangat rentan terhadap serangan parasit yang satu ini terutama bila mereka menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Selain melalui lingkungan yang kotor, kucing juga bisa dijangkiti cacing lewat kutu, tikus, maupun kotoran hewan lain. Gejala cacingan pada kucing mirip seperti manusia. Kucing bisa kurus, lesu, kehilangan selera makan, mencret atau muntah cacing. Kalau sudah parah, kucing juga bisa mati. Dokter hewan biasanya akan memberikan resep dan takaran obat cacing yang tepat untuk kucing anda. Drontal adalah obat cacing yang disebut-sebut paling efisien membasmi cacing, tetapi kucing yang berat badannya kurang dari 1.5kg masih belum boleh diberi obat cacing ini. Combantrin sirup bisa jadi alternatif bagi anak-anak kucing. Takarannya? Menyesuaikan berat badan mereka yaa… 
  2. Cek toksoplasmosis. Bisa dibilang kucing selalu disebut-sebut sebagai induk semang dan perantara penyakit ini. Memang benar, kucing bisa menjadi sarana penularan parasit tokso tetapi mereka bukan satu-satunya. Kita juga perlu mewaspadai sarana penularan yang lain seperti daging yang tidak dimasak sempurna atau sayur/buah yang tidak dicuci bersih. Toksoplasmosis bisa dicegah dengan menjaga hidup bersih. Apabila kucing yang kita pelihara sebelumnya adalah strays dan berasal dari jalanan, ada baiknya segera dicek apakah mereka terinfeksi agar dokter hewan segera dapat memberikan pengobatan.
  3. Vaksinasi. Kucing sangat rentan terhadap berbagai virus yang mematikan. Sering sekali saya membaca posts para pecinta kucing yang memberitahukan bahwa kucing kesayangan mereka sakit mendadak dan akhirnya tidak bisa diselamatkan dalam hitungan hari. Untuk mencegah hal-hal tersebut, sebaiknya kucing divaksinasi. Vaksinasi yang umum di Indonesia adalah F3 atau F4, dan rabies. F3 atau tricat melindungi kucing dari virus panleucopenia, rhinotracheitis, dan calici sementara F4 atau tetracat juga memberi perlindungan terhadap virus chlamydia.
  4. Sterilisasi. Topik sterilisasi pada hewan peliharaan bisa dibilang masih mengundang kontroversi di Indonesia. Saya sendiri pro steril karena sterilisasi banyak sekali manfaatnya selain untuk mencegah kucing berkembang biak, seperti meningkatkan kualitas kesehatan kucing dan mengurangi perilaku agresif.  Tentu saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan sterilisasi, yaitu hewan cukup umur/mencapai berat badan tertentu dan sehat. Lain kali saya bahas topik ini dalam post yang berbeda.

Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk teman-teman para pecinta kucing semuanya.

Advertisements

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s