Suara Emas Versi WhySooSerious

Bisakah kamu membayangkan dunia tanpa musik? Kalau saya sepertinya tidak sanggup. Pasti terasa membosankan dan bland sekali kalau kegiatan sehari-hari berjalan begitu saja tanpa iringan musik di telinga. Mal dan tempat-tempat belanja sering memperdengarkan musik untuk para pengunjungnya, beberapa bus transjakarta kadang memutar radio, banyak orang-orang yang bepergian dengan earphone menancap di telinga, sebuah roadtrip juga akan terasa jauh lebih menyenangkan apabila ada iringan lagu di sepanjang perjalanan. Pernah ya saya nebeng orang naik mobil dari Jakarta ke Bogor, terus mobilnya nggak ada radionya. Sumpah menyiksa sekaligus mati gaya. Hiks…

Secara umum saya nggak punya genre musik favorit, but so far I have always been drawn to easy listening music or accoustic. Yang pertama kali membuat sebuah lagu menjadi menarik tentu saja adalah musiknya, selanjutnya suara penyanyinya. Lirik lagu bagi saya antara penting nggak penting, kalau dibikin rasionya mungkin musik : suara : lirik adalah 40 : 30 : 30. Banyak lagu yang punya tiga-tiganya (musik, suara penyanyi, dan lirik), tapi tidak sedikit juga yang hancur di salah satu atau salah duanya. Oke, abaikan saja racauan saya di paragraf ini, I am just being bitchy picky.

Di postingan kali ini saya secara khusus pingin membahas faktor kedua dari sebuah lagu yang saya sebutkan sebelumnya: suara penyanyi. Yang membuat suara seorang penyanyi menjadi istimewa menurut saya bukan hanya ditentukan oleh kemampuan vokal atau vocal range yang beroktaf-oktaf, tetapi juga warna suara unik yang membedakan seorang penyanyi dengan penyanyi lainnya. Yang membuat pendengarnya langsung tahu siapa pemiliknya. Berikut ini beberapa penyanyi pria yang menurut saya punya ketiga kualitas diatas (in no specific order):

Sam Smith – image taken from http://www.billboard.com

Sam Smith. Smith merupakan anggota paduan suara di sekolahnya dan menempuh pendidikan di Youth Music Theatre UK, semacam akademi yang juga mencatat Ed Sheeran sebagai salah seorang alumninya. Smith mulai dikenal pada tahun 2012 dan menelurkan album pertamanya (In The Lonely Hour) pada tahun 2013. Smith punya suara yang sangat khas, lembut namun kental seperti kembang gula dengan sedikit sentuhan sengau dan serak. Nada-nada tinggi yang bisa dijangkaunya merupakan hasil dari kebiasaannya mendengarkan suara para diva dan keinginannya untuk menirukan suara mereka. Ada yang bilang Sam Smith ini versi prianya Adele, selain karena suaranya yang nge-soul mungkin juga ini ada hubungannya dengan lagu-lagunya yang sebagian besar bertema galau. Dari album In The Lonely Hour, saya paling suka dengan Not In That Way, Leave Your Lover, dan I Am Not The Only One.

Adam Levine. Sepertinya tidak ada yang tidak kenal dengan Levine, pentolan group band Maroon5 (a.k.a. Adam Levine and his band) yang identik dengan citra hot bad boy. Suara Levine khas karena high-pitched dan sedikit sengau. Kemampuan vokalnya tidak diragukan lagi karena ia diserahi tanggung jawab sebagai salah satu juri merangkap pelatih vokal di acara The Voice. Saya paling seneng nyanyi lagu-lagu Maroon5 pas karaokean karena nggak perlu nyetel suara lagi ke range suara perempuan. Huehuehuehue…

Guy Sebastian - image taken from www.dailytelegraph.com.au
Guy Sebastian – image taken from http://www.dailytelegraph.com.au

Guy Sebastian. Sebastian adalah juara Australian Idol musim pertama, saya masih ingat dulu dia sempat menjadi bintang tamu di Indonesian Idol yang dengan kampretnya memenangkan Delon (atau Joy Tobing ya?). Anyways, lagu pertamanya yang saya tahu dan seketika langsung mencuri hati adalah Angel’s Brought Me Here. Belum pernah saya mendengarkan penyanyi dengan suara seperti Sebastian sebelumnya, sangat smooth dan bisa meliuk-liuk tanpa kesulitan. Kata tante Wikipedia, Sebastian sudah menelurkan enam album studio, satu album kompilasi dan puluhan singles, tapi saya nggak mengikuti perkembangannya dan malah mengira kalau karirnya sempat vakum (padahal enggak). Yang paling saya suka dari beberapa singles terakhirnya adalah Come Home With Me. Suara Sebastian yang tak ada duanya dan musiknya yang riang membuat saya mengabaikan liriknya yang cheesy dan agak creepy.

Ryan Tedder - image taken from www.billboard.com
Ryan Tedder – image taken from http://www.billboard.com

Ryan Tedder. Selain menjadi vokalis utama group band OneRepublic, Tedder juga produktif sebagai pencipta lagu dan produser musik. Dibandingkan dengan tiga penyanyi yang sudah saya sebutkan di atas, suara Tedder mungkin tidak seberapa powerful, tapi entah kenapa kuping saya selalu tahu kalau lagu-lagu OneRepublic sedang diperdengarkan. Tidak ada elemen kental dalam suara Tedder, sebagai penyanyi bersuara tenor dia cukup sering mengeksplorasi nada-nada tinggi dalam lagu-lagunya. Kiprah Tedder cukup luas dalam dunia musik, banyak sekali lagu-lagu yang dia ciptakan untuk para penyanyi seperti Adele, Kelly Clarkson, Colbie Caillat, Maroon5, dan Leona Lewis. Nggak tau kan kalau lagu Halo-nya Beyonce itu Tedder yang menulis?

Tunde Baiyewu. Baiyewu adalah vokalis group band asal Inggris, Lighthouse Family yang mulai bersolo karir sejak tahun 2005. Pertama kali saya mendengarkan suaranya melalui lagunya yg berjudul High. Awalnya saya kira lagu ini dinyanyikan oleh grup band reggae UB40 karena warna suara vokalisnya yang mirip. Kadang-kadang suaranya juga mirip Simon Webbe–mantan anggota boyband Blue yang juga sudah bersolo karir. Baiyewu punya suara khas yang rendah dan empuk–kalau  memang kata sifat tersebut boleh digunakan untuk mendeskripsikan suara manusia.

Bagaimana dengan kamu? Siapa penyanyi favoritmu?

Advertisements

24 Comments

  1. aku suka luciano pavarotti (eh bener gak nulisnya). soalnya suaranya melengking hehe suka seriosa sih 😀
    tapi aku gak suka dengerin lagu atau musik hehe, jadi refrensi musiknya rendah 😀

    Like

  2. Akuuuu.. Akuuuu sukak sama Adam Leviiine.. Aaaaak.. 😀 Pertama kali tau pas dia ngeluarin album Songs About Jane dan seketika aku langsung jatuh cinta, Mbak.. 😛

    Like

  3. Sam smit itu yang bilang versi adele tp laki-laki itu d komentar youtube ya kalo gak salah pernah baca d video stay whit me.. aku juga suka suara nya pas nada rendah itu mirip plorotan di Tk., licin haha

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s