Pilih-Pilih Tema Blog

Sejak mulai banyak nulis di blog ini pada tahun 2012, sudah berkali-kali saya ganti theme. Saya masih ingat tema yang dulu saya gunakan adalah Ideation and Intent, diteruskan kemudian oleh The Morning After, Oxygen, Expound, dan Twenty Fourteenitu yang masih saya ingat. Entah mengapa saya selama ini selalu memilih tema yang berlayout Magazine, kalau kata wordpress.

2014

Hampir semua theme yang saya pilih punya tiga kolom karena saya menganggap pentingnya peletakan beberapa widget di homepage maupun di halaman post untuk mempermudah navigasi, misalnya tulisan terakhir, tulisan terpopuler, tags, dan tombol follow. Yang juga tidak kalah pentingnya bagi saya dalam memilih theme adalah kemampuannya menampilkan beberapa tulisan lama yang kita nominasikan sebagai featured post di halaman depan. Menurut saya fitur ini penting untuk mendorong para pengunjung baru menjelajah isi blog lebih jauh.

Tapi belakangan, mungkin karena bosan dan ingin nuansa baru, saya jadi tertarik menggunakan theme yang lebih minimalis dan tidak terlalu ramai. Setelah menjajal From Dusk Til Dawn dan The Columnist selama beberapa hari, akhirnya saya malah kepincut dengan Spun yang saat ini saya pakai. Sangat minimalis bahkan terlalu minimalis dibandingkan themes yang selama ini pernah saya gunakan, karena homepage hanya berisi gambar-gambar bulat, judul post baru muncul kalau mouse dihover ke salah satu gambar. Widget yang dipasang juga baru tampak kalau tanda plus di bagian bawah diklik, bahkan untuk mengometari sebuah post pengunjung harus mengklik speech baloon. Semoga theme baru ini tidak membingungkan dan merepotkan pengunjung.

Bagaimana dengan kamu? Sudah berapa kali ganti theme? Widget apa yang menurutmu penting untuk ditampilkan di blog?

Advertisements

38 Comments

  1. sempat sih ganti tema bbrapa kali tapi tetep aja ujung2nya balik lagi pake tema Writr… suka 🙂 pilihan warnanya bikin seru..
    samaaaaa… kei juga kalo pilih tema nyari yang 2 atau 3 kolom gt,, rasanya ada y kurangg gtu kalo ga dikasih widget..

    Like

  2. kalau dulu sering banget.
    berhubung dah lama ga aktif akhirnya bulan juli 2014 buat blog lagi dan themanya masih setia sampai sekarang triton lite 🙂

    Like

  3. Tiga kolom (dengan sidebar di kanan dan di kiri) itu bisa bikin pembacanya gak fokus lohh, karena nanti bingung mau baca tulisan tapi di kanan kirinya penuh sidebar. Benar, sebaiknya dua kolom. Karena manusia membaca dari kiri ke kanan maka sebaiknya tulisan diletakkan di kiri, sementara sidebar di kanan. Ehehe.

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s