Tangan Kedua? Kenapa Tidak?

Gengsi bukanlah salah satu karakteristik warga Melbourne. Hal itu saya simpulkan dari populernya keberadaan thrift stores di sini. Thrift store atau toko barang bekas banyak sekali ditemui di Melbourne dan tersebar di beberapa suburb. Salah dua yang sepertinya cukup besar dan punya cabang hingga seantero Australia adalah Salvos dan Savers. Jangan bayangkan toko ini seperti pasar loak yang cenderung rungsep, kotor dan berantakan, karena toko-toko ini dikelola dengan baik, bersih dan nyaman, nyaris tidak ada bedanya dengan department store.

Ada beragam barang yang bisa kita temui di thrift stores, mulai dari barang-barang fashion, peralatan dapur, perabotan rumah tangga, lukisan, buku, mainan anak-anak, barang elektronik hingga benda sekuno piringan hitam. Tentu saja, karena barang-barang ini sudah tidak baru lagi maka harganya jauh lebih murah. Semua barang sudah diberi label dan pembeli tidak perlu lagi melakukan tawar menawar harga. Tapi jangan salah, kualitas barang-barang ini terjamin semuanya. Barang elektronik seperti setrika, hand mixer, atau kipas angin masih berfungsi dengan baik dan seringkali masih berada dalam kondisi luar biasa bagus. Pakaian yang dijual juga bersih dan baik kondisinya–tidak robek, berlubang, ataupun bernoda. Kalau beruntung, kita bisa menemukan banyak barang bagus dengan harga jauh lebih miring.

Thrift stores menerima barang-barang bekas donasi orang-orang yang sudah tidak menggunakannya lagi, memilah mana yang masih layak guna dan berkualitas prima kemudian menjualnya di toko dengan harga murah. Pendapatan bersih hasil penjualan barang-barang selanjutnya didonasikan untuk amal, karena itulah istilah charity shops juga banyak digunakan untuk menyebut toko-toko ini.

Satu lagi yang saya suka lagi dari thrift stores adalah sifatnya yang membuat orang-orang turut andil dalam mengurangi limbah dengan tidak membuang begitu saja barang yang sudah tidak kita gunakan. Bayangkan saja seberapa banyak barang yang kita miliki sekarang, berapa lama lagi akan dipakai sebelum akhirnya dibuang? Tidak jarang barang yang dibuang ini sebenarnya masih masih bisa digunakan, tapi kita sudah bosan atau tidak suka lagi dengan modelnya. Keberadaan thrift stores merupakan salah satu media untuk memperpanjang usia pakai barang-barang ini.

Selain melalui thrift stores, jual beli barang bekas juga bisa dilakukan langsung oleh si pemilik barang. Sunday market di kawasan Camberwell adalah salah satu tempat yang cukup populer didatangi orang untuk berburu barang-barang bekas. Setiap hari minggu pagi hingga sore, puluhan orang berkumpul di semacam lapangan untuk menjual barang-barang bekas yang kebanyakan berupa pakaian dan barang antik. Banyak pembeli yang berasal dari luar Camberwell tapi mereka rela menempuh perjalanan naik kereta untuk menuju ke sana.

Bagaimana dengan kamu? Gengsi kah menggunakan barang secondhand?

Advertisements

26 Comments

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s