Barefoot

Minggu terakhir kuliah sudah lewat, dan ada satu minggu tenang sebelum musim ujian tiba. What does it mean? Yes baby, movie time!

Salah satu film yang terakhir saya tonton adalah Barefoot. Film bergenre drama garis miring komedi-romantis yang diproduksi tahun 2014 ini dibintangi oleh Evan Rachel Wood dan Scott Speedman. Kata tante Wikipedia, film ini merupakan remake dari film Jerman berjudul Barfuss.

Barefoot bercerita tentang seorang pemuda tak bertanggung jawab bernama Jay yang sedang berada pada titik terendah hidupnya. Dia sedang menjalani hukuman percobaan, terlilit hutang di seorang rentenir karena kebiasaannya berjudi, dan harus bekerja sebagai janitor di sebuah rumah sakit jiwa. Untuk membayar hutangnya, dia berencana untuk meminta uang dari orang tuanya yang kaya raya dan memanfaatkan momen pernikahan saudara laki-lakinya untuk bertemu keluarganya. Karena berbohong pada orang tuanya kalau dia sedang berhubungan serius dengan seorang perawat, ayahnya meminta Jay untuk membawa serta pacarnya itu ketika berkunjung.

Suatu malam di akhir shift-nya, dia melihat salah satu pasien rumah sakit jiwa hendak diperkosa oleh salah satu staf rumah sakit dan Jay menolongnya. Si pasien yang bernama Daisy ini tidak mau kembali ke rumah sakit dan tidak punya keluarga yang bisa dikontak untuk menjemputnya. Karena tidak tega meninggalkan Daisy sendirian, Jay membawa Daisy bersamanya dan mereka pun pergi ke rumah orang tua Jay setelah Jay menyuruh Daisy untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Sayangnya, rencana Jay untuk mengelabuhi orang tuanya berantakan ketika Daisy mengalami serangan panik dan mereka berdua pun kabur.

At first I see this movie as another cliché movie with theme of relationship in convenience, dan ada sesuatu yang tidak benar dari jalan cerita ini, sebagai contoh karakter Daisy yang notabene adalah pasien rumah sakit jiwa yang didiagnosis menderita schizophrenia, disinyalir membunuh ibu kandungnya, sering mengalami serangan panik, dan lebih memilih tidak memakai alas kaki kemana-mana. Bagaimana mungkin Jay mengambil keuntungan dari seorang gadis dengan kondisi seperti Daisy tanpa berpikir panjang tentang konsekuensinya, baik terhadap Daisy maupun terhadap keluarganya.

Sejak berada di pesawat terbang, Daisy sudah menunjukkan perilaku aneh seperti tidak mau keluar dari toilet, mengambil makanan penumpang yang lain, dan pindah ke tempat duduk penumpang kelas bisnis. Ketika sudah sampai di rumah keluarga Jay, Daisy sering bicara ceplas ceplos tanpa filter, namun beruntung orang-orang hanya mengira dia eksentrik. Surprisingly, Jay cukup sabar menghadapi segala keanehan Daisy dan tidak terlalu peduli terhadap pendapat orang lain tentang mereka.

There’s nothing funny about it, peculiar behaviours of people with mental illness is not something to be laughed at so I don’t really agree to put comedy label to this movie. Separuh pertama film sedikit membuat saya berpikir betapa kacaunya skenario film ini, tapi kemudian plot berubah dan saya mulai menonton film dari sudut pandang yang baru setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Daisy.

Pesan moral yang bisa diambil dari film ini lebih dari sekadar jangan menilai orang dari penampilan luarnya, tapi untuk tidak begitu saja mempercayai pendapat orang orang lain tentang seseorang, dan yang paling penting: seringkali yang membatasi diri kita dengan keberhasilan adalah rasa takut gagal dan rasa tidak mampu. Meskipun cukup banyak kebetulan dalam film ini, tapi overall Barefoot bukanlah tontonan yang mengecewakan untuk melewatkan waktu.

Advertisements

10 Comments

  1. jangan menilai orang dari penampilan luarnya, tapi juga untuk tidak begitu saja mempercayai pendapat orang orang lain tentang seseorang –> fifty-fifty, pertengahan lebih baik sepertinya

    Like

  2. woow, baca separoh reviewnya udah angkat alis “Okti nonton ginian?” trus kemudian separuh berikutnya “wow really? kudu nonton nihhh..”

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s