Pria Bulan, Wanita Lain, dan Mmm-Hmmm

Oke, judulnya mungkin kelewat ajaib, tapi saya rada bingung memberi judul postingan kali ini yang merupakan resensi dari beberapa film yang saya tonton beberapa waktu belakangan ini. Aji mumpung lantaran masih punya waktu luang sebelum kuliah dimulai. Seperti biasa, genre dari ketiga film ini adalah drama, tanpa visual effect ataupun hantu menyeramkan (yay!), ataupun jalan cerita yang kelewat rumit untuk dipahami.

rwmmed017The Man of The Moon (1991) Berlatar belakang bagian selatan Amerika Serikat pada akhir tahun 1950an, kita disuguhi kemampuan akting Reesee Witherspoon ketika masih belia dan gantengnya Jason London (90-an banget nih). Dani (Reesee Witherspoon) yang berusia 14 tahun adalah anak kedua dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di sebuah kota kecil di daerah Louisiana. Dia memiliki seorang kakak, Maureen (Emily Warfield), seorang adik, Missy dan seorang lagi yang masih dikandung oleh ibunya. Suatu hari Dani yang tomboi mandi di sungai dan bertemu dengan anak tetangga yang baru pindah bernama Court (Jason London) yang berusia 17 tahun. Walaupun sempat bersitegang, keduanya mulai akrab setelah Dani tahu ternyata orangtua Court dan orangtuanya saling mengenal sejak mereka kecil. Sejak saat itu mereka sering menghabiskan waktu bersama. Dani yang merasakan berseminya benih-benih cinta (ohmaigat bahasanya) mengikuti Court kemana saja, hingga akhirnya suatu malam dia berenang tanpa ijin bersama Court dan ini menyebabkan ibunya yang sedang hamil tua mengalami kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit. Suatu hari saat Court berkunjung ke rumahnya, Court bertemu Maureen dan segera tertarik kepadanya. Dani seketika merasa terabaikan dan patah hati. Hubungan Maureen dan Court berkembang dan Court menjauh dari Dani.

Film ini sangat sederhana dan sangat sarat makna dalam menceritakan sebuah fase kehidupan seorang gadis kecil yang beranjak dewasa, bukan saja karena usianya tetapi juga berbagai pengalaman yang harus dilewatinya. Bagaimana dia belajar untuk menjadi lebih bertanggung jawab, bagaimana dia mulai merasakan jatuh cinta sekaligus patah hati di saat yang bersamaan, bagaimana dia harus mengatasi rasa kehilangan. Saya memberi film ini empat dari lima bintang, bukan hanya karena akting para pemerannya, tetapi juga dari jalan cerita dan karakternya yang istimewa.

05The Other Woman (2009) Dibintangi oleh Natalie Portman yang sudah kita kenal dalam berbagai film besar seperti Star Wars dan The Black Swan, kita dibawa pada sebuah fragmen kehidupan seorang wanita yang ditinggal mati bayinya. Emilia (Natalie Portman) adalah seorang paralegal yang baru pindah di sebuah firma hukum, dan seketika tertarik pada atasannya yang telah beranak istri bernama Jack (Scott Cohen). Setelah beberapa kali bekerja bersama, mereka pun memulai affair yang diikuti dengan pernikahan setelah Emilia hamil. Pernikahan mereka berdua tidak berlangsung mulus, karena anak mereka meninggal 3 hari setelah dilahirkan. Beberapa bulan setelahnya, Emilia seolah berhenti hidup dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya telah meninggal. Menjadi ibu tiri dari anak laki-laki 8 tahun, dimusuhi banyak orang karena dianggap sebagai wanita perusak rumah tangga orang, dan ditambah lagi dengan campur tangan mantan istri Jack cukup menguras emosi Emilia, hingga akhirnya ia mengaku pada Jack bahwa ia membunuh bayinya sendiri.

Bukan thriller namun cukup penuh kejutan, film ini menunjukkan jalannya sebuah hubungan yang dimulai dengan cara yang salah dan penuh rintangan serta bagaimana orang-orang yang terlibat di dalamnya mengatasi masalah mereka. Interaksi dan perkembangan hubungan antara Emilia dan anak tirinya cukup menarik untuk diikuti, dan bagaimana Jack berusaha membuat hubungan mereka berhasil memberikan pelajaran tentang menerima konsekuensi dari pilihan yang telah kita ambil serta tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Rating film ini menurut saya? 3.75.

foragoodtimecallFor A Good Time Call (2012) Kalau kebanyakan film cewek rata-rata hanya berkisar pada kisah pria dan wanita yang pada akhirnya menemukan cinta, FAGTC bercerita tentang dua orang wanita yang berkarakter sangat bertolak belakang yang terpaksa tinggal dalam satu apartemen. Tersebutlah Lauren (Lauren Miller), wanita pasif yang membosankan dan baru diputuskan oleh kekasihnya, dan Katie (Ari Graynor), seorang wanita seronok dengan perilaku liar dan mulut yang tidak bisa diatur. Meskipun awalnya mereka berdua menemui kesulitan untuk mentolerir sifat masing-masing, suatu ketika Lauren mendapati bahwa Katie adalah seorang phone sex operator. Lauren yang baru saja kehilangan pekerjaan, mencetuskan sebuah ide agar Katie mendirikan sebuah bisnis phone sex sendiri untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar. Maka Mmm-Hmmm pun didirikan. Seiring dengan perkembangan bisnis mereka berdua, hubungan keduanya juga makin membaik dan mereka mulai bersahabat.

Chick flick yang mengusung tema persahabatan, plot For A Good Time Call cukup mengejutkan dan membuat mulut menganga sebelum akhirnya mulai bisa diterima. Konflik yang dihadapi para karakternya banyak yang dibuat-buat tapi masih bisa dimaklumi mengingat film ini separo komedi. Saya cukup terhibur terutama dalam originalitas jalan ceritanya, yang baru kali ini saya temui dalam sebuah film. Rating? Sorry, but 2.5.

Advertisements

5 Comments

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s