A Journey to Lake Toba

Konon, di jaman dahulu kala ada seorang nelayan bernama Pak Toba yang menangkap seekor ikan ajaib. Ikan ini bisa menjelma menjadi seorang wanita cantik dan mengubah sisiknya menjadi emas. Terpikat oleh kecantikannya, Pak Toba menikahi wanita ini. Wanita itu setuju, dengan syarat Pak Toba tidak boleh sekali pun menyebut tentang asal-muasalnya pada siapa pun. Setelah menikah, pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir.

Singkat cerita, Samosir tumbuh menjadi seorang anak yang bandel karena dimanjakan oleh ibunya. Suatu ketika, ia diminta ibunya untuk mengantarkan makan siang untuk ayahnya yang sedang bekerja di ladang (Pak Toba ganti profesi rupanya), tapi di tengah jalan ia malah menghabiskan makanan itu. Karena gusar dan geram mengetahui hal itu, Pak Toba memukul Samosir dan memakinya, “Dasar anak seekor ikan!”

Samosir berlari pulang dan mengadu kepada ibunya, yang kemudian menyuruhnya untuk berlari ke atas bukit. Mendadak langit gelap dan kilat menyambar. Badai disertai hujan deras pun menerpa, begitu dahsyatnya hingga seluruh wilayah itu digenangi air yang semakin lama semakin meninggi, membentuk sebuah danau yang mengelilingi sebuah pulau di tengahnya. Danau itu kini dikenal sebagai Danau Toba yang mengelilingi sebuah pulau bernama Pulau Samosir.

Indonesia kaya bukan hanya karena memiliki tempat-tempat indah, tetapi juga karena kisah rakyatnya yang melengkapinya, mulai dari Candi Rorojonggrang, Gunung Tangkuban Parahu, Batu Malin Kundang sampai dengan Danau Toba dan Pulau Samosir.

Akhir Juni lalu, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Danau Toba dan Pulau Samosir yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan darat dari kota Medan. Indah dan menawan, Pulau Samosir menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin menikmati waktu luang dan keindahan alam sambil bersantai-santai di penginapan, berenang di danau, atau bermain jetski. Dimana lagi kita bisa menikmati suasana pantai dengan hawa pegunungan? Bagi yang bosan di penginapan, bisa berkeliling pulau naik motor dan melihat-lihat tempat wisata seperti Batu Duduk dan pantai Pasir Putih, pertunjukan Sigale-Gale, atau berwisata kuliner kafe-kafe yang banyak berada di sana.

Tidak terlalu sulit untuk pergi ke Danau Toba. Untuk menuju ke sana kita harus pergi ke Parapat dengan naik travel (bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri) yang banyak berada di Jalan Sisingamangaraja. Dari Parapat kita bisa naik angkot ke pelabuhan Tiga Raja, dilanjutkan dengan menyeberang naik kapal menuju Pulau Samosir.

NOTE:

  • Rekomendasi travel Medan – Parapat dan sebaliknya adalah Nice Trans (081-366-602424) atau Bagus Taxi (081-362-397309). Kita bisa melakukan reservasi sebelumnya. Tarif per orang sekitar Rp75.000,-
  • Penginapan banyak berada di kawasan Tuktuk. Tarif kapal penyeberangan ke Tuktuk Rp10.000,- sekali perjalanan, Bila kita sudah melakukan reservasi penginapan, kita bisa memberitahukan kepada kondektur kapal untuk mengantarkan kita langsung ke sana. Setiap penginapan biasanya memiliki dermaga sendiri sehingga bisa disinggahi kapal.
  • Untuk berkeliling Samosir kita bisa menyewa sepeda motor di penginapan. Tarifnya sekitar Rp100.000,-/hari. Kita juga bisa meminta peta tempat-tempat wisata yang ada di Samosir dari penginapan.
Advertisements

23 Comments

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s