Jelajah Komodo

Perjalanan belum berakhir, dari Ruteng saya melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo untuk makin mendekat ke taman nasional Komodo. Kami berangkat selepas subuh naik mobil. Perjalalanan menuju Bajo ditempuh dalam waktu 4 jam menyusuri jalur TransFlores yang terkenal dengan tikungan-tikungan tajamnya serta pemandangan perbukitannya yang memiliki guratan-guratan khas, seolah membawa kita terdampar zaman purba ketika dinosaurus masih belum punah.

Bisa dikatakan bahwa perjalanan saya kali ini ke Taman Nasional Komodo sangat tidak maksimal. Seandainya kami punya lebih banyak waktu maka kami akan mendapatkan pengalaman dan perjalanan yang jauh lebih memuaskan. Mengapa? Karena Taman Nasional Komodo terdiri dari pulau-pulau dengan daya tariknya masing-masing, dan sebagaimana kepulauan yang lain, letaknya saling berjauhan dan butuh waktu lebih dari sehari untuk mengunjungi semuanya. 

Sekitar pukul 10 kami tiba di Bajo, kapal yang akan mengantarkan kami telah siap menanti. Setelah membeli perbekalan berupa nasi kotak untuk makan siang dan beberapa botol air minum kami pun berangkat. Kapal yang kami naiki lumayan besar, bisa dimuati hingga 8 orang. Kapal ini dilengkapi dengan bilik tidur berisi 2 kasur susun, dapur kecil di bagian belakang kapal, dan persediaan air tawar untuk membilas diri atau cuci tangan. Tarif sewanya saat itu Rp.1.400.000,-

Enough about the boat, pelayaran kami menuju pulau Rinca sangatlah tak terlupakan. Tepian pulau Flores yang kami lewati sungguh indah dan menawan, langit cerah dan angin semilir yang berhembus sungguh melengkapi suasana magis yang saya rasakan. Campur aduk perasaan saya saat itu, bangga dan takjub menyaksikan keindahan lukisan alam nan agung ini.

Rinca kami capai sekitar tengah hari, dan di sana kami sudah disambut oleh sekumpulang ranger. Salah seorang diantaranya menjadi pemandu kami dan mengantarkan kami ke pos penjagaan awal untuk membeli tiket masuk dan menyelesaikan urusan administrasi. Biaya yang harus dibayarkan saat itu terdiri dari tiket terusan masuk taman nasional komodo (Rp. 20.000/orang untuk Pulau Komodo dan Pulau Rinca, berlaku untuk 3 hari), karcis masuk pengunjung Taman Nasional Komodo (Rp. 2.500/orang), jasa pemanduan (Rp. 50.000/grup) dan retribusi untuk kamera (Rp. 5.000/kamera).

Kami diberi briefing singkat sebelum melakukan tracking, jalur mana yang akan dilewati, apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk menghindari bahaya serangan komodo dan sebagainya. Tracking kami mulai dari sekitar pos penjagaan awal dan di sana kami sudah bisa melihat sekumpulan komodo yang sedang berteduh dari teriknya matahari, dilanjutkan ke sarang komodo–lokasi yang diperkirakan menjadi tempat induk komodo bertelur.

Ranger kami sangat informatif, banyak sekali informasi yang ia sampaikan di sepanjang perjalanan sehingga perjalanan tidak begitu terasa melelahkan. Berbagai penjelasan tentang perilaku komodo hingga legenda rakyat Flores tentang komodo disampaikan kepada kami. Di track menengah yang kami pilih ini, kami melewati padang rumput dan menanjak menuju puncak bukit. Di bawah sinar matahari yang terik, air minum yang kami bawa pun lekas habis. Tapi apa yang menanti kami dari atas bukit sungguh worth the effort. Luar biasa, terpana saya dibuatnya memandang teluk di tepi Pulau Rinca, kontras warna cerah lautan dan daratan serta perahu-perahu yang tengah berlayar.

Matahari sudah kembali jatuh mendekati cakrawala dan rencana kami untuk bermalam di Kanawa dibatalkan karena kami melakukan perubahan agenda untuk esok hari. Dalam perjalanan kembali ke Bajo kami mampir sebentar ke Pulau Kelor hingga matahari nyaris terbenam. Kami sampai di Bajo sekitar pukul 7 malam. Sungguh belum puas rasanya harus mengakhiri perjalanan ini, karena masih banyak tempat yang belum kami kunjungi, seperti pulau Kanawa, pulau Bidadari, dan Pink Beach. Suatu hari nanti, saya ingin berkunjung lagi ke sini…

Love you full, Indonesia!

Advertisements

18 Comments

  1. Blarrr… kunjungan pertama kesini langsung disambut cerita Komodo…
    Bleh, bikin mupeng ati dan panas dingin Ok.. 😀
    Anyway, indah banget ya….

    Like

  2. panas2, tapi tetep dinikmati sj. eh ada lomba blog terios7wonders, postingan ini diikutin gak? mumpung temanya sm dan lokasi sma tuh, mba

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s