Fire!

Lagi-lagi kebakaran terjadi di pemukiman tempat saya tinggal saat ini, kali ini terjadi pada hari Sabtu sore lepas waktu Ashar. Situasi yang terjadi saat itu cukup mendebarkan, saya sedang santai-santai di kamar sambil nonton The Big Bang Theory ketika sayup-sayup saya mendengar orang berteriak-teriak dan derap langkah orang berlarian, disusul kemudian pengumuman di masjid bahwa sedang terjadi kebakaran di rumah di depan masjid. HAH? TEMPATKU DONG?

Khawatir dengan tidak banyaknya waktu yang saya miliki, sebelum bergegas keluar saya cuma nyamber tas berisi dompet dan handphone, tas kamera dan map berisi dokumen-dokumen penting. Sudah banyak warga yang berkumpul di depan masjid, dan dari depan rumah tampak asap hitam membumbung. Ternyata kebakaran terjadi di rumah di belakang tempat tinggal saya. Syukurlah tak berapa lama kemudian api berhasil dipadamkan, bahkan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Kebakaran sebelumnya terjadi pada akhir tahun 2011, dengan lokasi yang lebih dekat dan api yang lebih besar. Teror yang terjadi saat itu jauh lebih terasa: teriakan dan tangisan, wajah-wajah berselimut kepanikan dan kecemasan, seorang nenek-nenek lumpuh diseret menjauhi lokasi kebakaran, ditambah dengan pengumuman kebakaran dari masjid yang diikuti dengan takbir. Mencekam. Sehari kemudian dikabarkan bahwa ada satu korban jiwa.
Memang, wilayah pemukiman tempat saya tinggal sekarang merupakan kawasan padat penduduk dengan sebagian bangunan merupakan rumah kontrakan atau kos. Kejadian yang berulang ini lantas membuat saya jadi paranoid, bagaimana kalau sampai terjadi kebakaran lagi dan saya nggak punya cukup waktu untuk berkemas? Bagaimana kalau terjadinya di malam hari ketika semua orang sedang lelap tidur? Saya bisa mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh saya lakukan untuk mencegah kejadian ini berulang, tapi bagaimana dengan orang lain?
Saya nggak tahu kondisi sebenarnya seperti apa, tapi saat gugling artikel tentang kesadaran dan persiapan diri di saat kejadian bencana dalam bahasa Indonesia yang saya temukan kebanyakan tentang cara menyelamatkan diri dan life triangle saat gempa bumi. Padahal kondisi bencana/darurat yang kita hadapi bisa berupa banjir, gempa bumi, atau bahkan kerusuhan. Nggak ada salahnya untuk bersiap diri 🙂
Advertisements

42 Comments

  1. ngeri juga yaa Okti.. aku sih alhamdulillah blm pernah mengalami kepanikan saat kebakaran, cuman pernah ngalamin kepanikan yg lebih dahsyat karena adanya gempa dan isu tsunami di Jogja tahun 2006 😦
    semua orang pasti tau dg peristiwa dahsyat waktu itu 😦

    Like

  2. memang harus siap siaga, dalam keadaan apa pun,
    untung aku tinggal di daerah yang tidak padat penduduk di Jakarta, jadi kalau ada kebakaran tidak terlalu ribet

    Like

  3. Semoga tidak ada lagi kebakaran di sekitar rumah ya.. !!
    Pengalaman traumatis saya ketika terjadi gempa bumi Jogya thn 2006 dan erupsi gunung Merapi thn 2010.
    Happy Monday mbak… 🙂

    Like

  4. ngeri kalau kebakaran di daerah padat penduduk gitu … untung nggak sampai menyebar luas ya … semoga kedepannya nggak ada kebakaran disekitar rumah lagi …

    Like

  5. kosan saya juga pernah dulu kebakaran, pas lagi ngantor saya ditelpon kosan dan beberapa rumah di sekitarnya terbakar, walhasil saya berlarian dengan harapan bisa menyelamatkan barang, namun karena jaraknya cukup jauh sampai di tengah jalan saya balik arah…teman2 saya bingung kok saya tenang amat, lha iya wong di kosan saya cuma ada 3 potong baju …. alhamdulillah dokumen dan barang penting tidak saya taruh di kosan… (pelajaran berharga) terutama sebagai anak kos atau kontraktor …hehehe

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s