Warna Warni Kebun Raya Bogor

Saya pengen nambah satu kategori baru di blog ini yakni Travel Journal, yang akan berisi posts tentang perjalanan yang pernah saya lakukan. Tapi karena isinya sampai sejauh ini baru dua, kayaknya kok ya belum afdol kalau sampai dibikinkan wadah tersendiri. Mau cerita tentang pengalaman traveling yang sudah lewat kok ya sepertinya sudah kadaluwarsa.

Oke, supaya postingan dengan tema traveling di blog ini makin banyak, kali ini saya mau nulis sedikit tentang acara jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor (KRB) akhir pekan lalu. Saya sudah beberapa kali pergi ke kota hujan (sekilas inpoh: setiap ke Bogor selaluuu kebagian hujan) ini sebelumnya, tapi rupanya KRB selalu saya lewatkan. Padahal sepertinya KRB ini adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi ya kalau kita main ke Bogor? Oh sungguh Ther-Lha-Lhu. KRB bisa dibilang merupakan salah satu tujuan wisata populer bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, karena lokasinya tidak jauh-jauh sehingga bisa dicapai dalam waktu singkat dan bisa dikunjungi pada akhir pekan tanpa perlu menambah waktu libur. Selain itu KRB juga tempat wisata alam–ruang terbuka publik–yang masih tetap terjaga di tengah menjamurnya mal-mal dan pusat perbelanjaan yang kini makin beralih fungsi sebagai tempat tujuan wisata–untuk bersantai dan melepas lelah.

Rencana untuk pergi ke KRB yang bisa dibilang dadakan, ditambah dengan fakta bahwa saya nggak punya kendaraan sendiri, cukup membuat saya bingung. Di sini lagi-lagi peran internet dan blog sangat saya rasakan manfaatnya. Berkat berbagai postingan blog yang sarat informasi tentang KRB, aplikasi Komutta, dilengkapi dengan bertanya kesana kemari, saya bisa tahu bagaimana cara pergi ke sana.

Untuk menuju Bogor ada beberapa alternatif sarana transportasi, tapi sepertinya yang paling nyaman adalah  komuter karena pada akhir pekan kereta tidak terlalu penuh penumpang. Saya berangkat sekitar jam 7 ke Stasiun Jakarta Kota dan tiba di sana tepat sepuluh menit sebelum komuter berangkat. Setelah sedikit lari-lari untuk beli tiket, mencari toilet, dan mencari jalur kereta, saya pun naik dan tak lama kemudian kereta berangkat. Naik komuter ternyata enak juga lho. Tarifnya terjangkau–hanya 9.000 rupiah dan kereta dilengkapi pendingin udara. Perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Bogor membutuhkan waktu tidak sampai satu setengah jam.

Dari stasiun Bogor kita harus naik mikrolet 02 untuk mengantarkan kita ke KRB. Ada satu postingan di blog ini  yang menyebutkan agar kita berhati-hati saat naik angkot dari stasiun, karena bisa-bisa kita disuruh membayar jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Memang benar, ada beberapa mikrolet 02 berwarna hijau yang ngetem tepat di depan pintu keluar stasiun, tetapi sebagian besar kosong dan tidak jelas mana yang akan berangkat terlebih dahulu. Setelah bertanya ke petugas stasiun, ternyata kita memang harus berjalan terlebih dahulu ke ujung jalan (dari pintu keluar stasiun jalan ke arah kanan) untuk naik mikrolet 02. Tarif angkot hanya 2.000 rupiah dan tidak sampai 5 menit kita sudah sampai di depan Pintu Masuk 2 Kebun Raya Bogor.

Harga Tiket Masuk KRB adalah 14.000 rupiah sejak Maret 2013. Arealnya sangat luas dan ada berbagai tempat menarik yang bisa kita datangi. Hampir semua tanaman yang ada di KRB ini umurnya sangat tua, tapi semuanya masih terawat rapi. Rerumputan dipangkas rapi dan bersih. Banyak tempat sampah di sepanjang jalan yang kita lalui, tapi sayangnya masih ada juga orang yang membuang sampah sembarangan. Kita bisa berjalan kaki untuk menuju tempat-tempat di KRB, bagi yang nggak ingin capek sudah ada mobil wisata yang mengantar pengunjung untuk berputar-putar KRB selama sekitar 20 menit. Bagian terbaik dari KRB adalah udaranya yang sejuk, tanamannya yang beraneka ragam, belum lagi nilai sejarahnya yang tinggi. Berikut ini beberapa foto yang saya ambil selama berada di KRB…

Menjelang sore saya keluar dari KRB karena kaki sudah pegel luar biasa, padahal belum semua tempat saya singgahi. Nggak apa-apa, lain waktu bisa mampir lagi kemari. Perjalanan kembali ke stasiun bisa ditempuh dengan naik angkot 03. Kereta sore jauh lebih penuh dibandingkan saat berangkat, sehingga saya harus berdiri sepanjang jalan menuju Stasiun Kota. Nggak kapok deh bepergian seperti ini, kali lain sepertinya saya bakal jalan-jalan ke tempat-tempat di sekitar Jawa Barat atau tempat lain yang bisa disinggahi dalam satu hari di akhir pekan, misalnya Kota Cirebon seperti yang pernah diceritakan di blog Pak Krishna.

Advertisements

40 Comments

      1. perjalanannya oke … 😀 kemaren jalan di sekitaran jembatan gantung, sama lapangan yang luas dekat mushalla, kebetulan ada acara yang diadakan ibu2 Bhayangkari KRB..jadi banyak stand makanan di dalam. Cuacanya berawan dan sedikit panas, yang membuat acara jalan kaki santai jadi olah raga + sauna 🙂

        Like

      2. es krim rumahan buatan koperasi kebun raya bogor ya maksudnya? yang dijual di pinggir2 jalan di KRB bukan? sudah pernah ke taman bunga nusantara belum?

        Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s