Travel Journal: Maluku Utara (1)

Selain ke Bali dan Madura, ternyata secara mengenaskan saya belum pernah keluar dari Pulau Jawa, pemirsaaah. Padahal negeri ini begitu luas, pulaunya begitu banyak, pasti menyenangkan sekali kalau kita bisa mengunjunginya satu per satu. Untuk itu ketika saya diberi kesempatan untuk pergi ke Ternate dan Tobelo, rasanya seperti kejatuhan durian monthong lima belas kilo. Pada bulan Februari ini saya akhirnya menginjakkan kaki di dua kota yang terletak di belahan timur Indonesia tersebut. Berikut adalah secuil catatan perjalanan saya…

Bagian Pertama: Tobelo

Tobelo adalah sebuah kota yang terletak di pesisir utara Halmahera–pulau terbesar di propinsi Maluku Utara–dan merupakan ibu kota kabupaten Halmahera Utara. Bagi yang belum tahu dimana letak Tobelo (seperti saya yang tahunya juga barusan), silakan lihat posisinya di peta di bawah ini. Untuk menuju Tobelo, ada berbagai alternatif transportasi yang bisa kita pilih, tergantung pada waktu, anggaran, dan rencana perjalanan yang kita susun. Melalui situs resmi pariwisatanya saya mendapatkan cukup banyak informasi tentang Halmahera Utara–jalur transportasi, tempat-tempat wisata, penginapan, dan sebagainya–walaupun ada beberapa bagian yang sudah tidak up to date, misalnya tentang rute penerbangan langsung Ternate – Tobelo yang saat ini tampaknya sudah tidak lagi tersedia.

Penerbangan menuju Tobelo dari Jakarta membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam, sudah termasuk 20 menit transit di Manado untuk pindah pesawat. Saya bersama seorang rekan berangkat pada Senin pukul 01.45 WIB dini hari dan sampai di Tobelo sekitar pukul 09.00 WIT. Sebelum mendarat, dari atas awan kami sudah disuguhi dengan keindahan lanskap kepulauan Maluku yang masih hijau–breathtaking. Pesawat bermesin baling-baling mendarat di bandara Kuabang Kao yang berjarak kurang lebih 2 jam perjalanan ke Tobelo. Masih belum ada sarana transportasi umum yang tersedia sehingga kami naik taksi–mobil MPV berkapasitas 6 penumpang–yang banyak ditemukan di luar bandara. Tarifnya lima puluh ribu rupiah per orang. Para sopir taksi yang mencari penumpang sangat ramah dan sopan, mereka sama sekali tidak memaksa calon penumpang untuk naik kendaraannya.

Di sepanjang perjalanan menuju Tobelo mata kami dimanjakan dengan pemandangan hijau pesisir Halmahera. Jalan raya sudah diaspal bagus dan perjalanan sangat lancar. Sopir taksi ngebut di sepanjang perjalanan dan musik yang diputar cukup membahana (walaupun sesekali volume diturunkan ketika ada penumpang yang menerima panggilan telepon). Album kompilasi yang cukup beragam–mulai dari lagu Mayangsari, Bruno Mars, lagu Ambon, hingga lagu Spanyol–mengiringi perjalanan kami kali ini. Pengemudi taksi dan seorang penumpang lain cukup informatif memberikan berbagai saran perjalanan, di tengah jalan kami juga ditraktir buah ngahe (kata kawan saya sih mirip buah matoa).

Kami baru berkesempatan untuk menjelajah pulau-pulau di sekitar Tobelo pada hari Selasa siang setelah menyelesaikan segala urusan pekerjaan. Di Halmahera Utara ini, Morotai adalah primadona dan pesona utama yang ditawarkan bagi pelancong yang berkunjung ke sana, tetapi mengingat waktu yang terbatas kami memutuskan untuk menjelajah pulau-pulau di sekitar Tobelo yang tidak kalah cantiknya. Perjalanan ke pulau-pulau ini bisa dilakukan dengan menyewa ketinting dari pelabuhan Tobelo, tarifnya 150.000 rupiah untuk round-round–istilah penduduk setempat untuk berkeliling–seharian.

Ada beberapa pulau yang kami singgahi, di antaranya Pulau Tagalaya, Pulau Kakara, dan Larangane. Berhubung saat itu hari Selasa, maka pulau-pulau tersebut sepi pengunjung, sehingga rasanya seperti pulau  milik pribadi. Air laut yang jernih dan pantai berpasir putih membuat kami mengabaikan teriknya matahari. Bagi yang senang snorkeling, ada beberapa spot di sekitar pulau-pulau ini yang dipenuhi terumbu karang dan ikan beraneka warna. Karena tidak ada tempat persewaan alat snorkeling, maka sebaiknya kita membawa perlengkapan sendiri. Lain halnya dengan kegiatan menyelam, ada dive center di Pulau Kakara walaupun tampaknya hanya buka pada hari tertentu–kemungkinan besar saat akhir pekan.

Kami cukup beruntung karena cuaca saat itu sangat bersahabat, walaupun arus laut agak besar saat menyeberang ke Pulau Larangane–lumayan mendebarkan mengingat ketinting tidak dilengkapi pelampung dan saya sendiri nggak bisa berenang. Dududududu…

Setelah puas berkeliling pulau, sore harinya kami berkesempatan untuk mencicipi hidangan khas berupa pisang goreng kipas renyah yang dimakan dengan sambal dan minuman susu/jahe/coklat yang ditaburi kenari. Lagi-lagi dengan bodohnya saya nggak ngambil foto makanan dan minuman sensasional ini. Tapi dari deskripsi saya tadi, kira-kira bisa dibayangkan bagaimana bentuknya kan ya? 🙂

Sayang sekali kami tidak banyak berkeliling di kota Tobelo (eh, padahal ada tempat karaokenya juga, lho). Bagi yang berminat, bentor (atau betor?) atau becak motor siap mengantar kita dengan tarif flat jauh dekat 3.000 rupiah saja. Bagi yang ingin mengunjungi tempat wisata lain di sekitar Tobelo–misalnya pemandian air panas Mamuya, Telaga Biru, atau Telaga Galela–kita bisa menyewa sepeda motor.

Meskipun hanya dua hari, pengalaman di Tobelo akan terus membekas dalam ingatan saya. Alamnya yang indah, penduduknya yang ramah, dan makanannya yang memanjakan lidah (hey, they rhyme). Dari sini perjalanan saya berlanjut ke Ternate…

… bersambung

P.S:
Sedikit catatan bagi rekan-rekan yang hendak berkunjung ke Tobelo, operator selular yang kuat sinyalnya di sana hanya Telkomsel (harusnya saya dapat komisi, nih). Daripada komunikasi terganggu (atau dikira hilang) sebaiknya sudah mengantisipasi hal ini sebelum berangkat. Saya sendiri baru tahu di sana dan alhasil harus beli nomor baru di Tobelo karena dua nomor saya nggak ada yang bisa digunakan.

Advertisements

72 Comments

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s