Bukan Untuk Anak-Anak

Alkisah pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang penyihir jahat yang tinggal di sebuah rumah permen jauh di tengah hutan belantara yang gelap. Penyihir ini suka sekali memangsa anak kecil yang tersesat dan terperangkap di dalam rumahnya ini. Anak-anak yang tertangkap akan dikurung dan diberi makan hingga gemuk sebelum akhirnya ia santap. Malang, suatu ketika ia menangkap sepasang kakak beradik yang cerdik. Bukannya berakhir di perut si nenek sihir, anak-anak ini berhasil mengecoh si nenek sihir dan membunuhnya sebelum akhirnya meloloskan diri.

image taken from www.onsecrethunt.com
image taken from http://www.onsecrethunt.com

Kurang lebih begitulah kisah Hansel dan Gretel yang saya ingat dulu. Sebenarnya cukup seram ya untuk dibilang sebagai cerita anak-anak? Tapi apa sih yang terjadi selanjutnya? Bagaimana bisa anak kecil seperti mereka bisa lolos dan mengalahkan si nenek sihir yang sakti dan jahat? Apa yang terjadi sebenarnya pada orang tua Hansel dan Gretel yang menghilang begitu saja meninggalkan kedua anaknya hidup sebatang kara? Kalau pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul di benak kita, maka dalam film Hansel and Gretel: Witch Hunters kita akan menemukan jawabannya.

Dalam film yang dibintangi oleh Jeremy Renner (Hansel) yang tampan dan rupawan, Gemma Arterton (Gretel) the Bond Girl, dan Famke Janssen (penyihir Muriel) yang dikenal sebagai Jean Grey dalam film X-Men, penonton akan dibawa maju beberapa belas tahun setelah mereka berhasil meloloskan diri dan melumpuhkan si nenek sihir saat keduanya menjadi pemburu nenek sihir–yang tampaknya saat itu cukup mewabah dan merajalela. Keduanya harus menghadapi the wickedest witch ever–Muriel–yang sudah menculik banyak anak-anak di sebuah desa. Muriel punya rencana yang jauh lebih besar dari sekadar memangsa anak-anak ini sehingga Hansel dan Gretel harus bekerja lebih keras untuk menggagalkan rencana jahat si nenek sihir.

Dibumbui dengan sedikit drama percintaan dan humor, plot yang cukup berkembang, dan sangat mengutamakan action, dalam film ini kita akan menemukan banyak sekali adegan perburuan nenek sihir (gebuk-gebukan, seret-seretan, tembak-tembakan) yang cukup berdarah-darah dan sesekali menjijikkan (walaupun belum separah film The Perfume, sih). Bagi yang kurang kuat melihat adegan kekerasan, sebaiknya jangan nonton, apalagi nonton sambil makan. And most importantly, don’t bring any children to watch this movie, ever.

Long story short, Hansel and Gretel the Witch Hunters cukup menghibur dan bisa jadi selingan bagi yang sudah rada overdosis nonton drama (atau gak jadi-jadi nonton film Les Misérables << ::curcol::). Saya kasih enam bintang–bonus satu lagi jadi tujuh deh, karena ada Jeremy Renner-nya (::dilempar kuali::)–buat film ini. Tapi saya rada kasihan Femke Janssen, wajah cantiknya lebih sering tampak seperti Marilyn Manson. Bagi yang mau nonton, selamat menonton ya 🙂

Advertisements

69 Comments

      1. kehabisan ide kayaknya 😀
        saya terakhir kali nonton film tuh skyfall karena penasaran sama mas Daniel 😀
        sama kemarin nonton il postino (*lagi)

        trus katanya 2013 ini film holywood kebanyakan genre fantasi, benarkah?

        Like

  1. Kemarin aku nonton ini Mbak..Awalnya saja sudah kaget saat Gretel kecil memasukan tukang sihir ke dalam oven yang sedang menyala 🙂

    Like

  2. sekarang banyak ya film Hollywood yang mengangkat cerita anak-anak (yang kemudian dimodif ceritanya) ke layar lebar. Mungkin Indonesia juga bisa buat yang seperti ini, misalnya Petualangan Timun Mas.

    Like

      1. anak indonesia itu gak kenal bangsa timun mas, atau lutung kasarung…

        dua minggu lalu waktu jadi story teller di salah satu TK di jogja, mereka pada bengong waktu tanya soal, lutung kasarung, timun mas, atau malin kundang…

        taunya princess aurora, cinderella, snow white dan princess lainnya

        sedih….

        Like

      1. Iya. Bener deh. *sodorin kartu pelajar..

        Kartu pelajar yang udah kadaluarsa.. 😀

        Iya. Saya di bawah umur..

        ..umur ibu saya.. 😛

        Like

  3. brarti ini film adaptasi dari film anak-anak jaman dulu itu ya mbak?
    yg dlm film itu Hansel dan Gretel menyebar biji jagung di sepanjang jalan, tapi biji jagungnya dimakan burung jadi mereka tersesat di hutan. adaptasi dari film itu bkn sih mbak? *mikir keras 😀

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s