Menulis Lagi

Melanjutkan dan masih berhubungan dengan postingan sebelumnya tentang interaksi, kali ini saya pingin menulis salah satu manfaat menulis.

Cukup lama saya nggak mengeksplorasi kemampuan menulis dan lebih suka nulis seiprit-iprit di Twitter atau ngepost foto di Tumblr. I don’t think I have the capability to write systematically. Secuil sisi perfeksionis saya berkata: “Daripada jelek lebih baik tidak usah sama sekali.” Lalalalala…

imageOh, I wrote a lot when I was a kid, mostly stories and fictions. Tapi seiring waktu kebiasaan itu luntur dengan sendirinya. Eh padahal saya punya cita-cita jadi penulis terkenal loh, jadi kok ya bisa saya berhenti menulis? *jewer kuping sendiri*

Beberapa waktu ini saya agak lumayan rajin ngepost di wordpress, apalagi setelah mendapati ternyata blogging itu lumayan menyenangkan. Bukan hanya menulis dan menceritakan sesuatu, tetapi juga berinteraksi dengan orang lain–para blogger yang keren-keren. Berawal dari gagasan kawan baik saya Dani Rachmat untuk bikin blog tentang perencanaan dan manajemen keuangan, ditambah dengan Dani sendiri punya blog pribadi yang bagus banget, saya pun terpaksa ikut-ikutan mencemplungkan diri di wordpress.

Kemudian lagi, ternyata menulis itu nggak sesulit yang saya kira meskipun juga nggak mudah :). Satu kesulitan yang selalu saya hadapi adalah: memulai. Godaan untuk menunda dan mengurungkan niat menulis itu besar sekali, padahal setelah kita menulis selanjutnya kata-kata pun mengalir lancar walaupun seringnya ngelantur kemana-mana juga sih.

Lumayan banyak manfaat menulis yang saya rasakan, diantaranya menghilangkan kegalauan. Hihihihi. Teori saya, salah satu penyebab galau itu sebenarnya akibat pikiran macam-macam yang hilir mudik, main trampolin sampai kebut-kebutan di dalam kepala kita. Karena kurangnya interaksi dengan orang lain–karena sensitivitas permasalahan atau karena sifat kita yang tertutup–maka beban pikiran itu nggak bisa disalurkan keluar. Sebagai orang yang introvert dan pemalu *ihik*, interaksi saya dengan orang lain sangat kurang, padahal manusia itu BUTUH interaksi. Dalam interaksi kan ada proses input dan output ya? Selama ini rupanya saya kebanyakan input dan kurang output. Menulis ternyata jadi salah satu bentuk output saya selain karaokean.

Sekarang saya masih belajar sedikit demi sedikit tentang blogging, jadi ke depannya kualitas tulisan saya bisa makin bagus. Saya pingin blog saya ada gunanya untuk orang lain dan nggak melulu bicara tentang diri sendiri, jadi perlu nambah kemampuan untuk aware dengan lingkungan sekitar dan kondisi yang terjadi di sekeliling kita. Malu sama jawaban saya dulu ketika ditanya senior SMA apa cita-cita saya. Waktu itu saya jawab Wartawan lantaran terinspirasi dengan Lois Lane di Superman. Hihihihi, jadi wartawan kok nggak sadar lingkungan :D.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

7 Comments

    1. Eeeh aku yg untung, bisa ngaku2 kenal sama blogger seleb πŸ˜›

      Tulisannya udah mirip Tempo dong: Enak dibaca dan PERLU. Bedanya yang ini GAK PENTING πŸ˜›

      Like

  1. Yang penting action, apapun jenis tulisannya. Masalah ntar dikritik orang, itu masalah belakangan. Terima masukan dan perbaiki sedikit demi sedikit. Muka tebel aja. Hahaha, πŸ˜€
    Salam kenal ya.

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s