Nonton Konser

Seumur-umur, sepertinya baru dua kali saya nonton konser. Yang pertama pun baru dilakukan sekitar 3 tahun yang lalu, padahal sepertinya usia wajar untuk nonton konser pertama kalinya adalah jaman-jaman SMP/SMA. Dan memang benar, dulu jaman SMP/SMA saya selalu melewatkan kesempatan untuk nonton konser musik. Btw, konser musik yang dimaksud disini adalah konser musik para artis terkenal, bukan konser band sekolah ya…

Sebenarnya, saya belum begitu paham tentang apa yang harus diharapkan sebagai penonton konser. Problem is, walaupun saya punya idola (sebagai remaja labil maupun sebagai manusia dewasa), sepertinya belum pernah segitunya pengen nonton langsung sang artis idola sambil jejingkrakan atau melambai-lambaikan tangan dan nyanyiin lirik lagunya. Alasan paling banyaknya sih, karena harus rela berjubel bersama ratusan atau ribuan penggemar lainnya di depan panggung, belum lagi kalau lagi naas dapat tempat di belakang manusia-manusia lebar dan tinggi. Bisa sih menghindari itu semua dan pilih tempat di tribun, tapi pasti kurang puas kan?

Semalam saya nonton konser lagi. James Morrison di event Java Soulnation. Sebenarnya saya nggak segitu ngefans juga sama Morrison ini, tapi saya tahu lagu-lagunya dan cukup mengapresiasi karya-karyanya, belum lagi suaranya khas banget. I always have a soft spot for these singers owning distinguished voices. So, berhubung banyak juga kawan nonton, saya pun ikut beli tiketnya. Oiya, saya juga memperkirakan kalau Morrison gak segitu ngetopnya disini jadi pasti penontonnya nggak sampe gila-gilaan. Hahahaha… Sorry James 😀

Perkiraan saya meleset, penontonnya banyak juga. Untung kami masih bisa dapat tempat yang cukup dekat dengan panggung walaupun nggak di first row dan rada miring jadi aktivitas jepret-jepret cukup berjalan lancar (well, berkat pinjaman lensa tele juga sih :D).

Sejak awal sih, saya udah mikir apa tujuan saya untuk nonton konser ini. Sulit untuk memilih fokus antara aktivitas memotret dan benar-benar nonton pertunjukannya, jadi saya pilih fifty-fifty antara dua kegiatan ini, toh nggak sampai gimana-gimana juga selain ganggu konsentrasi dan totalitas nonton pertunjukan. Satu lagi alasan, saya lagi ngumpulin portofolio untuk project saya bareng teman-teman di Colorsphere.

Hampir satu setengah jam pertunjukan James Morrison, dia menyanyikan beberapa lagu andalannya (well, sayangnya lagu-lagu yang saya tahu nggak semuanya dia mainkan). Patut diakui, aksi panggung dan performa suaranya layak diacungi jempol. Pertunjukan pun berjalan cukup lancar, penonton tertib dan nggak sampai ada insiden dorong-dorongan gak jelas (seperti waktu nonton konser pertama ketika grup Changcuters lagi tampil–eh tulisannya bener gitu gak sih?). Cuma satu yang saya sesali, lagu-lagu yang sudah saya hapalin ada beberapa yang nggak keluar. Hiks…

Foto-foto yang dihasilkan pun lumayan bagus (menurut saya), walaupun dari sekian puluh kali jepret, sebagian besar nggak fokus alias ngeblur. hahahaha…

Okay, beberapa hal mau saya sampaikan disini. Mungkin bisa berguna di kesempatan lain nonton konser:
1. Pastikan jadwal pertunjukan artis yang mau ditonton. Untuk pertunjukan khusus (special performance), biasanya panitia memberlakukan sistem satu pintu masuk. Jadi kira-kira satu jam sebelum pertunjukan dimulai, segera cari lokasi pintu masuknya dan pasang badan disana. Posisi antrian sangat mempengaruhi posisimu dari panggung. Apalagi kalau beli tiket festival dan pengen dapat posisi bagus untuk motret.
2. Kalau artis yang ditonton bukan jenis musisi yang hobi jejingkrakan dan diperkirakan penontonnya gak perlu jejingkrakan juga, pakai sepatu hak tinggi disarankan, terutama bagi para pemilik tubuh kecil. Dapat tempat di belakang manusia tinggi sangat memblokir pandangan dan mengganggu. Kecuali langkah (1) sudah bisa dipastikan, silakan skip langkah (2) ini.
3. harga makanan dan minuman yang dijual di area event biasanya jauh lebih mahal dari harga normal, jadi pintar-pintarlah menyelundupkan makanan (atau paling nggak minuman) 😀

Walaupun nggak terlalu hobi juga nonton konser, tapi ke depan saya masih pingin nonton konser lagi, berhubung saya masih pingin punya pengalaman nonton konser sesuai dengan kondisi ideal saya. Kondisi ideal yang saya maksud disini adalah nonton total dan nggak melibatkan kegiatan foto-foto yang serius, setting panggung minimalis, lagu-lagu yang ditampilkan adalah versi akustik, pentontonnya duduk dan cukup dekat dengan panggung, dan nonton bersama seseorang yang spesial berjenis kelamin pria.

Advertisements

1 Comment

  1. Sepertinya saya lagi mengejar festival-festival jazz tahun ini. Ada 3 festival jazz lagi yang sepertinya harus saya hadiri sampai akhir November tahun ini.

    Menikmati musik secara langsung lebih nikmat dibanding dengan mendengarkannya. Itu hal yg pasti, menurut saya.

    Salam,

    Like

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s