Ramadhan

Tanpa televisi, suasana ramadhan kurang terasa. Well, I guess that’s what I feel.
Sebagai orang yang tidak punya tv (kasiaan deh lu), tidak ada yang namanya akses terhadap iklan dan pesan sponsor. Kenapa iklan dan pesan sponsor? Karena di saat ramadhan seperti ini mendadak semua-mua bertemakan ramadhan. Mulai dari iklan odol sampai obat maag, semua ada versi ramadhannya. Belum lagi iklan sirup dan biskuit yang tampaknya selalu marak di saat ramadhan hingga lebaran nanti.

Entah apa aku yang tidak perhatian, tampaknya di jalan-jalan atau gedung di Jakarta ini belum ada spanduk bertulisan ucapan “selamat menunaikan ibadah puasa” atau semacamnya. Itu juga jd salah satu alasan yang bikin I bilang tidak terasanya suasana ramadhan kali ini.

I’m not complaining, ramadhan memang tidak harus dibedakan dari bulan-bulan lainnya dalam setahun. Ia memang istimewa, tapi bukan harus ditunjukkan dalam bentuk selebrasi visual semata.

Advertisements

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s