10 Minutes

Kembali akan saya ceritakan secuplik kisah minggu lalu.

Saat mengikuti seleksi beasiswa yang dilaksanakan di kampus STAN Bintaro jam 8 pagi, saya harus berangkat jam 6 dari kos. Karena cukup early dan sudah menjadi kebiasaan untuk sarapan di kantor, maka selama dua hari itu saya tidak sarapan dari rumah (padahal mau tes) dan alhasil makan pagi di minimarket.

Minimarket saat ini makin mengembangkan fungsinya. Selain menjual barang2 kebutuhan sehari-hari semacam toilettries sampai dengan alat tulis, kini mulai bermunculan minimarket (I’m not really sure what it’s called exactly) yang menjual makanan instan cepat saji lengkap dengan meja kursi tempat makan.

Diluar kenyataan bahwa pilihan menu makanannya terbatas, porsi sedikit, rasa makanannya so so, dan harga yang cukup mahal, konsep penyediaan makanan seperti ini cukup praktis dan convenient. Mungkin memang itu yang mereka jual: kepraktisan dan kecepatan. Bagi mereka yang miskin ruang dan waktu, mini swalayan semacam ini mungkin sesuai untuk kebutuhan mereka…

Tidak sedikit orang yang mengunjungi swalayan semacam ini. Perubahan gaya hidup dan keterbatasan waktu jadi salah satu faktor pendorongnya.
Just imagine, pagi hari dan terburu-buru harus ketemu klien, belum sempat sarapan dan sisa kantuk semalam masih ada. Siapa yang tidak bakal merasa tertolong kalau bisa mendapatkan nasi goreng dan secangkir espresso dalam waktu (let’s say) kurang dari 10 menit?

Advertisements

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s