Dilarang Memotret Disini

Makin banyak tempat di Jakarta yang memberlakukan larangan memotret tanpa ijin. Kalau ngelihat orang nenteng-nenteng kamera SLR sambil jepret-jepret asik (terutama di kawasan wisata dan sebangsanya) mendadak out of nowhere ada bapak-bapak muncul dan bertanya: “Sudah ijin belum?” atay malah langsung tembak: “Disini nggak boleh motret tanpa ijin, Mas/Mbak/Pak/Bu.”
Padahal sebenarnya, ujung-ujungnya ya satu hal: duit.

Beberapa teman ada yang lolos dengan mengatakan bahwa sudah dapat ijin dari pengelola dan hanya diingatkan agar tidak mengganggu kegiatan yang ada atau pengunjung yang lain. Tapi tak sedikit juga yang harus merogoh kocek sebagai bentuk ‘ijin’ untuk mengambil gambar. Entah bagaimana sebenarnya kebijakan dari pengelola tempat mengenai ijin/larangan mengambil gambar. Lama-lama memang makin liar dan tak terarah. Dan anehnya memang hanya membidik.para pemilik kamera SLR.

Rata-rata alasan dari pemberlakuan aturan ini adalah komersialisasi atas foto yang dihasilkan. Padahal, seandainya memang benar foto itu dikomersialisasikan, bukankah itu bisa dijadikan sarana promosi dari pemilik tempat? Makin banyak orang yang datang, makin ramai dan makin untung si pemilik tempat. Toh disana sudah diberlakukan tarif masuk bagi pengunjung.

Jadi sampai sekarang, saya masih tidak tahu ataupun memahami alasan sebenarnya dibalik larangan mengambil gambar (yang diikuti dengan pembayaran sejumlah tertentu uang) selain memang ini pungutan liar tanpa dasar.

Advertisements

Got something to say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s